Antaradaily.com, Spanyol: Pemberlakuan lockdown oleh pemerintah Spanyol dikeluarkan melalui dekrit yang sedang dalam proses finalisasi, akibat semakin masifnya infeksi wabah Corona (Covid-19). Opsi melakukan lockdown di Spanyol menyatakan bahwa warga masyarakat hanya diperbolehkan keluar rumah untuk keperluan darurat, membeli bahan pangan ataupun untuk bekerja.

Opsi itu diberlakukan setelah kasus wabah Corona menelan korban meninggal sebanyak 191 orang dan 6.046 lainnya positif terinfeksi Covid-19. Saat ini, Spanyol menjadi negara terdampak kedua terburuk pandemi Covid-19 di eropa setelah Italia, yang menerapkan lockdown secara nasional pada Senin (9/3/2020). Korban meninggal di Italia akibat Corona mencapai 1.266 orang, dan 17.660 orang terinfeksi.

Pada Jumat (13/3/2020) Badan Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO), telah menyatakan bahwa Eropa telah menjadi “episentrum” pandemi Corona (Covid-19). Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyerukan negara-negara untuk melakukan langkah atau tindakan penanggulangan secara agresif, mobilitas komunitas dan pembatasan interaksi sosial untuk mencegah penyebaran Corona secara lebih masif.

Baca Juga: Peneliti Israel Sukses Kembangkan Vaksin Antivirus Corona

Mobilitas komunitas yang dimaksud adalah mengupayakan seluruh anggota masyarakat, tokoh kunci dan pemangku kepentingan di semua tingkat yang berada di suatu wilayah untuk bekerjasama dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah untuk meningkatkan kemampuan serta menghasilkan kesepakatan masyarakat dalam menanggapi sebuah wabah, dalam hal ini virus Corona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here