Antaradaily.com, Jakarta: PT Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan keluar dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menurun hingga 62 persen saat Lebaran 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru menuturkan ada 465.582 kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada 17 hingga 23 Mei 2020.

Jumlah tersebut menurun signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 1.214.305 kendaraan.

“Pola yang sama juga terjadi saat arus silaturahmi saat arus silaturahmi pada hari pertama Lebaran, penurunannya signifikan 81 persen,” ujar Dwimawan melalui keterangan tertulis, Rabu (27/5/2020).

Data Jasa Marga menunjukkan hanya ada 37 ribu kendaraan yang keluar Jabodetabek dan 35 ribu kendaraan yang masuk saat hari pertama Lebaran.

Menurut dia, penurunan disebabkan oleh kebijakan larangan mudik serta penyekatan-penyekatan yang dilakukan polisi di sejumlah ruas jalan tol. Berdasarkan penyekatan tersebut, puluhan ribu kendaraan ditindak oleh polisi dan diminta memutar balik karena terindikasi hendak mudik.

Sementara dari catatan Polri, terdapat ada 87 ribu kendaraan yang diminta memutar balik selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2020.

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Chryshnanda Dwilaksana mengatakan ada 605 kendaraan yang ditahan karena nekat membawa penumpang mudik selama 24 April hingga 30 Mei 2020.

“Sudah dilarang mudik tapi masih juga dilakukan. Ini hal yang memalukan, tidak layak untuk disampaikan,” kata Chryshnanda.

Polri saat ini telah memperpanjang Operasi Ketupat 2020 hingga 7 Juni untuk memastikan para pemudik tidak kembali ke Jakarta. Para pemudik yang kembali ke ibukota dikhawatirkan kembali meningkatkan risiko penyebaran kasus Covid-19.

Chryshnanda mengatakan ada 116 titik penyekatan kendaraan yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here