Antaradaily.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menaikkan batasan kapasitas angkut maksimal moda transportasi udara atau pesawat menjelang penerapan kenormalan baru (new normal). Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020, yang merevisi aturan pembatasan bepergian saat larangan mudik berlaku sebelumnya.

“Misalnya di transportasi udara menetapkan pembatasan jumlah penumpang maksimal 70 persen dari total jumah kapasitas tempat duduk dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Sedangkan angkutan sepeda motor (ojek online) dapat membawa penumpang dengan tujuan melayani masyarakat maupun kepentingan pribadi. Namun ada tambahan syarat, di mana pengendara sepeda motor harus melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum setelah setelah digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan, serta tidak berkendara jika suhu badan di atas normal.

Menhub menyebutkan operator transportasi yang melanggar akan dikenakan sanksi administratif mulai dari peringatan tertulis, pembekuan izin, pencabutan izin, dan denda administratif. Pengendalian transportasi, lanjut Menhub Budi Karya, di masa adaptasi baru ini menitikberatkan pada aspek kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 mewajibkan setiap orang yang bepergian di era kenormalan baru untuk melampirkan hasil tes Covid-19 baik melalui metode uji usap (PCR test/ swab test) maupun tes cepat (rapid test).

Syarat tersebut berlaku bagi orang-orang yang bepergian dari satu daerah ke daerah lain berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi, kabupaten dan kota, dan kedatangan orang dari luar negeri memasuki wilayah NKRI.

Khusus untuk orang-orang yang datang dari luar negeri, Gugus Tugas juga mewajibkan mereka untuk membawa hasil tes PCR dari negara asal keberangkatan. Jika tidak dapat menunjukkan hasil tes PCR, maka yang bersangkutan harus bersedia dites di saat tiba di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here