Antaradaily.com, Jakarta: Terus menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, belum sepenuhnya aman atau masih belum stabil serta mengandung risiko yang berpotensi kembali melemahkan nilai tukar rupiah lebih jauh.

Menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede, adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah untuk masuk ke fase kenormalan baru (new normal) masih harus menjadi perhatian banyak kalangan. Kondisi kenormalan baru yang tidak mengindahkan protokol kesehatan sesuai ketentuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19, berpotensi kembali meningkatkan jumlah kasus positif infeksi virus maut itu.

“Pengalaman dari Spanish Flu tahun 1918 ada lonjakan di gelombang kedua. Ini yang perlu diantisipasi sehingga penanganan Covid-19 tetap harus jadi fokus utama pemerintah dengan meningkatkan disiplin masyakarat,” ungkap Josua, sebagaimana dinukil dari Anadolu Agency, Selasa (9/6/2020).

Meski demikian, Josua mengatakan seluruh pihak tentu berharap pada masa transisi ini tidak ada penambahan kasus Covid-19 secara signifikan karena bisa menjadi risiko pada perekonomian, termasuk nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Derasnya Capital Inflow Dorong “Keperkasaan” Rupiah

“Penguatan rupiah bisa mencapai Rp. 13.700 per dolar AS dan untuk penguatan lebih jauh lagi, akan terbatas karena adanya risiko gelombang kedua Covid-19 di dalam negeri dan juga faktor eksternal terkait perang dagang AS-China,” tambah Joshua.

Selain itu, Josua mengatakan faktor lain yang perlu diperhatikan terkait pergerakan nilai tukar rupiah tahun ini adalah adanya pemilu presiden di Amerika Serikat pada kuartal keempat 2020 nanti. Apapun hasilnya, lanjut Josua, akan berpengaruh pada sentimen global termasuk pada pergerakan dan selera risiko (risk appetite) investor global.

“Walaupun ada ruang menguat bagi rupiah, itu bersifat temporer dan rupiah akan stabil di level saat ini Rp. 13.800-Rp. 14.000 per dolar AS karena sebelum ada Covid-19 rupiah juga ada di kisaran Rp. 13.500-Rp. 13.800,” ungkap Josua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here