Antaradaily.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan lalu lintas berdasarkan sistem ganjil genap (gage) plat nomor kendaraan di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Kebijakan gage berlaku mulai Senin (3/8/2020) pagi ini di sejumlah ruas jalan yang sama dengan aturan sebelum pandemi, antara lain di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, dan Jalan MT Haryono. Jam pemberlakuan aturan juga sama yakni setiap hari kerja mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Pembatasan ini sebelumnya sempat ditiadakan akibat pandemi Covid-19 karena moda transportasi umum menjadi salah satu area yang berisiko terhadap penularan virus tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pemberlakukan kebijakan ini bertujuan membatasi pergerakan masyarakat di ibu kota.

“Misalnya plat nomor yang bersangkutan ganjil, maka pada tanggal genap yang bersangkutan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting,” kata Syafrin kepada para jurnalis di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Syafrin juga meminta perusahaan dapat membatasi dan mengatur jumlah karyawan yang bekerja di kantor dan di rumah (WFH) dengan adanya aturan ganjil genap ini. Pasalnya, sambung dia, kasus infeksi Covid-19 di Jakarta telah meningkat hingga sembilan kali lipat sejak masa transisi berlaku.

Baca Juga: Perkantoran Potensial Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 459 kasus positif Covid-19 dari 90 klaster perkantoran di ibu kota sejak masa transisi berlaku pada 4 Juni 2020 hingga 29 Juli 2020. Sementara pada masa PSBB, Satgas Covid-19 mencatat hanya ada 43 kasus positif di perkantoran.

Baca Juga: Kerja di Kantor Selama PSSB Transisi Tambah Kasus Covid-19 Hingga 9x Lipat di DKI Jakarta

Operator transportasi umum di DKI Jakarta pun kembali memperpanjang jam operasional mereka untuk menyesuaikan dengan aturan ganjil genap.

Misalnya MRT Jakarta, yang akan kembali beroperasi hingga pukul 22.00 WIB, setelah sebelumnya hanya beroperasi hingga pukul 20.00 WIB akibat pandemi. MRT juga membatasi jumlah penumpang sebanyak 62 hingga 67 orang per gerbong rangkaian kereta.

“Kami tetap pastikan seluruh protokol kesehatan diterapkan dengan baik,” kata Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi melalui keterangan tertulisnya hari ini.

Sementara itu, Transjakarta menambah jumlah armada di ruas jalan yang terdampak kebijakan gage sebanyak 155 unit.

“Penambahan sebesar 25 persen atau 155 unit armada ini mulai disterilisasi dan disiapkan secara teknis untuk di uncurkan hari Senin,” kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo.

Transjakarta, tambah Nadia, akan tetap membatasi jumlah penumpang di setiap armada maksimal 50 persen dari total kapasitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here