Antaradaily.com, Jakarta: Dubes Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, memberikan klarifikasi terkait kehadiran dirinya di gelaran deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) atas undangan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah (2005-2010 dan 2010-2015) Din Syamsuddin pada Selasa 18 Agustus kemarin. Klarifikasi itu disampaikan Kedubes Palestina untuk menghentikan polemik publik yang mencuat akibat acara itu.

Surat Klarifikasi Kedubes Palestina terkait kehadiran Dubes Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun di deklarasi KAMI 18 Agustus 2020 (Foto: Dok. Kedubes Palestina)

Dalam pernyataannya, Kedubes Palestina untuk Indonesia menegaskan kehadiran Dubes Zuhair atas undangan dari Din Syamsuddin, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia-Palestina. Dubes Zuhair hadir karena mengira acara itu adalah peringatan kemerdekaan RI ke-75 semata.

“Klarifikasi tentang apa yang diberitakan media perihal Duta Besar Negara Palestina yang menghadiri undangan yang disampaikan oleh Bapak Din Syamsuddin, Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia-Palestina,” demikian bunyi keterangan resmi Kedutaan Besar Palestina, Rabu (19/8/2020).

Dalam pernyataannya, Dubes Zuhair juga disebutkan hanya berada di lokasi selama 5 menit, saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, yang disebutnya sebagai hal yang sakral bagi bangsa Indonesia, lalu meninggalkan lokasi acara.

Pada kalimat terakhirnya, Kedubes Palestina menyatakan bukan bagian dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia.

“Kami di Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan yang kami terima dari Yang Mulia Bapak Presiden Joko Widodo, pemerintahannya yang terhormat, dan dari seluruh masyarakat Indonesia yang ramah. Saya berharap semua orang mengerti bahwa kami bukan bagian dari dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia,” bunyi paragraf penutup surat klarifikasi Dubes Palestina.

Acara deklarasi KAMI digelar Selasa (18/7/2020) di Tugu Proklamasi Jakarta. Acara itu diinisiasi oleh Din Syamsuddin, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Ketua Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 Rochmad Wahab dan didukung 150 deklarator lainnya.

Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi Jakarta pada 18 Agustus 2020 (Foto: Dok. Twitter @wakilgubernurKW)

Selain itu, ada juga Mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, mantan Ketua GNPF Bachtiar Nasir, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis, hingga pengamat Rocky Gerung juga turut dalam kegiatan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here