Antaradaily.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa transisi fase pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi mengendalikan persebaran wabah Coronavirus (Covid-19) di ibu kota.

Perpanjangan masa PSBB Transisi fase I di ibu kota itu berlaku selama 14 hari ke depan, yakni mulai 28 Agustus – 10 September 2020.

Pada perpanjangan kali ini, Gubernur DKI Jakarta Anies meminta masyarakat menjalankan ketentuan PSBB transisi terutama menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara lebih ketat.

“Tidak keluar rumah bila tidak diperlukan, seluruh tempat beroperasi dalam setengah kapasitas dan biasakan melakukan 3M,” kata Anies, sebagaimana dinukil dari akun resmi Instagram-nya, Kamis (27/8/2020) malam. 3M yang dimaksud yakni memakai masker, menjaga jarak 1-2 meter, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Keputusan itu diambil setelah Pemprov DKI Jakarta melaporkan rekor penambahan kasus Covid-19 tertinggi sebanyak 820 kasus baru pada Kamis 27 Agustus 2020 per pukul 12.00 WIB.

Total kasus di positif di Jakarta yakni 36.462 kasus, di mana 28.288 orang telah sembuh, 1.147 pasien meninggal, dan 7.027 orang masih dirawat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan persentase kasus positif di DKI Jakarta dalam sepekan terakhir sebesar 9,9 persen.

“Namun persentase kasus positif Jakarta secara total sebesar 6,1 persen, meski tetap lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebanyak 5 persen,” tambah Dwi Oktavia saat dikonfirmasi Jumat (28/8/2020).

Sebelumnya, Pemprov DKI mengizinkan bioskop untuk dibuka dalam waktu dekat dan mengatakan aktivitas di bioskop cenderung lebih mudah dikendalikan untuk menerapkan protokol kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here