Antaradaily.com, Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Michael Victor Sianipar, menginstruksikan seluruh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI untuk menolak rancangan anggaran yang tengah beredar di publik terkait kenaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) anggota dewan menjadi Rp 888 miliar.

Alasan keluarnya intruksi itu, menurut Michael, karena tidak etis di tengah masih masifnya pandemi Covid-19 di Jakarta, anggaran DPRD justru mengalami kenaikan. Sementara saat ini, masyarakat relatif banyak kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan.

“Kami dari pihak DPW PSI memutuskan menolak rencana anggaran ini. Keadaan ekonomi sedang berat. Pengangguran melonjak. Saat ini publik membutuhkan keteladanan dari para pemimpinnya, dan itu perlu ditunjukkan juga oleh wakil rakyat yaitu dengan menolak kenaikan pendapatan,” papar Michael saat dikonfirmasi Senin (30/11/2020).

Michael menjelaskan, bahwa pembahasan anggaran yang menyangkut hak-hak anggota dewan sudah melalui rapat di internal PSI antara fraksi dan DPW, bahkan sudah dikonsultasikan juga dengan DPP (Dewan Pimpinan Pusat).

Keputusan yang telah diambil partai tersebut harus dilaksanakan oleh seluruh anggota Fraksi PSI Jakarta dan menjadi landasan pandangan umum fraksi yang telah disampaikan di rapat paripurna.

“Kami tentunya ingin agar kegiatan anggota dewan mendapatkan dukungan yang memadai dari APBD. Namun sekali lagi kami ingatkan bahwa perhitungan biaya harus mengedepankan asas kepantasan, kewajaran, dan peraturan perundangan yang berlaku,” ujar dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, sambung Michael, selama pandemi ada lebih dari 190 ribu orang yang kehilangan pekerjaannya di Jakarta dan ada hampir 1,7 juta orang yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19. Bahkan angka pengangguran DKI Jakarta naik pesat karena pandemi dari 6,5 persen ke 11 persen.

“Angka-angka tersebut menunjukkan “musibah ekonomi” bagi DKI Jakarta. Jadi ini saat yang tepat bagi kita semua untuk bersolidaritas dengan saudara-saudara kita dan mengencangkan ikat pinggang. Di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit hari ini, kita harus bisa berempati terhadap jutaan warga yang sedang kesusahan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here